Langsung ke konten
Friday, 4 September 2026

Iran Tolak Tawaran Mediasi Indonesia, Tegaskan Tidak Akan Berunding dengan AS

Penulis: 2 menit baca

MONEVONLINE.ID – Iran menolak tawaran sejumlah negara, termasuk Indonesia, untuk memfasilitasi dialog dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa Teheran tidak akan membuka ruang negosiasi dengan Washington dalam situasi konflik saat ini. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di kediamannya di Jakarta, Kamis (5/3).

“Usulan dari pemerintah Indonesia, kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh, karena kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi,” kata Boroujerdi, seperti dikutip dari Antara.

Menurutnya, Iran memiliki pengalaman panjang dalam bernegosiasi dengan Amerika Serikat, namun proses tersebut kerap berakhir dengan pelanggaran komitmen atau tindakan militer dari pihak Washington.

Boroujerdi mencontohkan negosiasi terkait program nuklir Iran yang menghasilkan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada 2015. Kesepakatan itu kemudian batal setelah Amerika Serikat menarik diri secara sepihak.

Ia juga menyinggung putaran negosiasi berikutnya yang tetap berakhir tanpa hasil.

“Negosiasi kedua adalah lima putaran kami melakukan negosiasi dengan mereka dan di tengah-tengah negosiasi mereka telah menyerang negara kami,” ujarnya merujuk pada serangan militer pada Juni 2025.

Putaran negosiasi ketiga bahkan berlangsung melalui mediasi Oman. Saat itu delegasi Iran dan Amerika Serikat sedang menjalani perundingan tidak langsung di Jenewa, Swiss. Namun, proses tersebut terhenti setelah operasi militer antara kedua negara terjadi pada 28 Februari.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Iran menegaskan tidak akan menerima tawaran perundingan apa pun selama konflik masih berlangsung.

“Untuk kali ini kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apa pun dan kami akan mengejar perang ini sampai kemenangan Iran,” kata Boroujerdi.

Selain Indonesia, sejumlah negara juga menawarkan diri menjadi mediator. Presiden Rusia Vladimir Putin misalnya, menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.

Menurut Kremlin, tawaran tersebut disampaikan Putin dalam percakapan telepon dengan Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan, yang membahas situasi keamanan di kawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *