Langsung ke konten
Thursday, 3 September 2026

Pemprov Lampung Siapkan Langkah Strategis Perluas Investasi Ekonomi Sirkular ke Eropa

Penulis: 3 menit baca

MONEVONLINE.ID, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat langkah menuju transformasi ekonomi hijau dengan membuka peluang kolaborasi internasional untuk mempercepat investasi dan hilirisasi ekonomi sirkular.

Komitmen tersebut mengemuka saat Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerima audiensi penyelenggara Indonesia Circular Innovation Forum (ICIF) – Netherlands Business Mission 2026 di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (29/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang menjadikan Provinsi Lampung sebagai Official Strategic Province Partner pada forum ekonomi sirkular yang akan digelar di Amsterdam, Belanda, pada 3–4 November 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mirza menegaskan bahwa Lampung memiliki modal besar untuk menjadi pusat pengembangan industri hijau berbasis potensi lokal.

Menurutnya, ketersediaan limbah pertanian seperti limbah sawit, sekam padi, limbah kopi, dan biomassa lainnya merupakan sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru.

Ia juga menilai berbagai proyek pengembangan energi baru terbarukan dan industri hijau yang tengah berjalan akan menjadi fondasi penting bagi percepatan transformasi ekonomi Lampung dalam beberapa tahun mendatang.

Gubernur Mirza juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan industri dan keberlanjutan sektor pertanian.

Sementara itu, Project Director ICIF Rizky Diansyah menjelaskan bahwa forum tersebut dirancang bukan sekadar sebagai ajang pameran, melainkan menjadi wadah mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, penyedia teknologi, hingga lembaga riset dari Indonesia dan Eropa.

Menurutnya, Amsterdam dipilih karena merupakan salah satu pusat ekonomi sirkular dan pintu masuk strategis menuju pasar Eropa.

“Melalui ICIF, kami ingin mempertemukan proyek-proyek strategis Lampung dengan investor dan penyedia teknologi dari Belanda maupun Eropa, sekaligus membangun kolaborasi riset, investasi, dan hilirisasi biomassa,” jelasnya.

Rizky menambahkan bahwa penyelenggara menilai Lampung memiliki potensi besar untuk diposisikan sebagai Provinsi Biochar Indonesia karena kekayaan biomassa yang dimiliki serta komitmen pemerintah daerah dalam mendorong industri hijau dan ekonomi sirkular.

Dalam forum tersebut nantinya, Provinsi Lampung berpeluang menampilkan berbagai potensi unggulan daerah melalui innovation showcase, business matching, diskusi investasi, hingga presentasi peluang investasi di hadapan investor Eropa.

Selain itu, delegasi dari Lampung juga akan difasilitasi dalam pertemuan bisnis langsung dengan calon investor serta pendampingan aspek hukum dan investasi.

ICIF sendiri mengusung tema “From Waste to Worth: Building the Future of Sustainable Industry Together” dengan fokus mempertemukan potensi ekonomi sirkular Indonesia dan tingginya kebutuhan investasi berkelanjutan di Eropa.

Forum ini akan menghadirkan berbagai inovasi pada sektor biomassa, material hayati, kemasan berkelanjutan, produk daur ulang, pangan dan pertanian sirkular, material bangunan ramah lingkungan, hingga teknologi pengolahan limbah.

Target utamanya ialah menghasilkan kemitraan bisnis dan investasi nyata sekaligus membuka akses perusahaan Indonesia ke pasar Eropa.

Dalam diskusi tersebut, jajaran Pemerintah Provinsi Lampung juga menilai ICIF dapat menjadi momentum memperkuat branding Lampung sebagai Green Province, mengingat berbagai inisiatif pengembangan energi terbarukan, industri hijau, ekonomi sirkular, hingga pemanfaatan limbah pertanian yang tengah dikembangkan di daerah.

Melalui sinergi dengan dunia usaha, UMKM, asosiasi industri, dan investor global, Pemerintah Provinsi Lampung berharap kolaborasi ini mampu mempercepat hilirisasi komoditas daerah, memperluas akses pasar internasional, serta menghadirkan investasi yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *