Langsung ke konten
Thursday, 3 September 2026

Rakor Penanggulangan TBC Kabupaten Lampung Barat, Pemprov Lampung Dorong Percepatan Temuan Kasus hingga Skrining Aktif

Penulis: 3 menit baca

MONEVONLINE.ID, BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) melalui koordinasi lintas sektor di seluruh kabupaten/kota. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Lampung Barat yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela secara virtual dari Ruang Kerja Wakil Gubernur, Rabu (29/7/2026).

Rapat tersebut diikuti jajaran TP2TB Kabupaten Lampung Barat sebagai bagian dari upaya mendukung target nasional eliminasi TBC pada tahun 2030. Dalam kesempatan itu dilakukan evaluasi capaian penanggulangan TBC sekaligus pembahasan langkah-langkah percepatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Lampung Barat.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menegaskan bahwa penanggulangan TBC tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh perangkat daerah, pemerintah kabupaten, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga masyarakat luas.

“Penuntasan tuberkulosis ini tentu kita tidak bisa sendiri. Artinya tidak hanya dibebankan pada insan kesehatan saja, tetapi seluruh jajaran Forkopimda terkait dan seluruh OPD terkait harus bergabung untuk mensukseskan program ini,” ujar Jihan.

Berdasarkan hasil evaluasi, Kabupaten Lampung Barat memiliki estimasi sebanyak 876 kasus TBC. Namun, capaian notifikasi kasus masih perlu ditingkatkan sehingga diperlukan percepatan penemuan kasus secara aktif melalui skrining pada kelompok berisiko, seperti sekolah, pondok pesantren, dan komunitas lainnya.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menetapkan sasaran mingguan di Kabupaten Lampung Barat berupa penemuan 28 kasus baru, pemeriksaan 168 suspek, serta pelaksanaan skrining terhadap 1.512 orang setiap pekan.

Selain meningkatkan penemuan kasus, Jihan juga menyoroti capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak serumah yang masih berada pada angka 4% dari target 46%. Ia meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan memastikan ketersediaan logistik, mempercepat pemberian terapi pencegahan, serta meningkatkan kedisiplinan pelaporan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).

Pemprov Lampung juga mendorong pemanfaatan berbagai inovasi untuk mempercepat eliminasi TBC. Salah satunya melalui pengembangan platform digital Peduli TB Lampung sebagai sarana skrining mandiri masyarakat. Selain itu, pemerintah akan mengoptimalkan pemanfaatan bantuan X-ray portable dari Kementerian Kesehatan untuk memperkuat penemuan kasus serta mengusulkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi pasien TBC yang membutuhkan hunian sehat.

Wakil Gubernur juga meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengoptimalkan peran 87 kader TBC dan 55 Desa Siaga yang telah terbentuk untuk memperluas penelusuran kontak serumah maupun kontak komunitas.

“Optimalkan juga peran kader TBC yang sudah dibentuk dan Desa Siaga untuk penelusuran kontak serumah maupun kontak komunitas,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat turut memaparkan sejumlah langkah percepatan penanggulangan TBC. Salah satunya melalui pembentukan layanan “Kurir Dahak” untuk mempercepat pengiriman spesimen dari puskesmas di wilayah terpencil menuju fasilitas Tes Cepat Molekuler (TCM), sehingga proses diagnosis dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus merujuk pasien secara langsung.

Pemkab Lampung Barat juga akan mengoptimalkan penemuan kasus aktif (Active Case Finding) melalui skrining door-to-door oleh kader kesehatan serta memperkuat sistem notifikasi terduga TBC melalui jejaring puskesmas, pustu, dokter praktik mandiri, bidan, dan klinik dengan memanfaatkan media komunikasi digital.

Di sisi lain, upaya edukasi kepada masyarakat akan diperkuat dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan aparat pekon agar masyarakat semakin memahami bahwa TBC dapat disembuhkan dan pengobatannya tersedia secara gratis.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Lampung Barat semakin kuat dalam mempercepat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta mewujudkan target eliminasi tuberkulosis tahun 2030 sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *